• BUKA PUASA DAN TARAWIH BERSAMA USTADZ YUSUF MANSUR (bagian ke 2)

BUKA PUASA DAN TARAWIH BERSAMA USTADZ YUSUF MANSUR (bagian ke 2)

Secara detail UYM menceritakan kembali bagaimana protokoler kerajaan Saudi mengatur, melatih bagaimana nantinya ketika menghadap sang raja Salman. Mulai dari pakaian, cara berbicara dan memanggil sang Raja. Termasuk diatur juga bahwa harus ada yang jadi juru bicara dari masing-masing negara.

Dari Indonesia disepakati juru bicaranya adalah kyai yang lebih sepuh. UYM dalam hal seperti ini biasanya selalu ingin mengambil kesempatan itu. Tapi beliau lebih menyerahkan ke yang lain karena merasa dirinya masih ubaru sedangkan lainnya sudah ulama hehe

Semua harus perfect, tidak boleh berdehem, bersin dan tidak boleh ada yang keluar ke toilet saat acara. Sudah diatur, 1 jam sebelum sang raja datang dipersilakan bagi yang akan ke toilet untuk ke toilet lebih dulu. Menariknya dengan persiapanan dan latihan yang begitu detail, waktu yang diberikan untuk ramah tamah dengan raja Salman hanya 5 menit untuk tiap-tiap negara. Itupun acara diadakan di hari terakhir sebelum undangan kembali ke negara masing-masing.

Banyak pihak yang membisiki ke UYM, mumpung ketemu dengan raja Salman agar menggunakan kesempatan itu untuk minta bantuan pembangunan masjid, pesantren Darul Qur’an yang belum kelar atau yang lainnya.  UYM tidak mau mengambil kesempatan itu karena lebih senang berbicara dan meminta langsung ke Raja dari semua raja, tidak hanya raja yang berasal dari manusia. Hehe keren..

Topik ini jadi lebih menarik karena UYM lantas memaparkan bagaimana sikap dan persiapan kita ketika akan menghadap Allah sebagai raja dari semua raja tadi yakni ketika kita sholat. Dan akhirnya harus diakui bahwa selama ini sikap kita masih sangat kurang sopan dan bahkan kurang ajar ketika hendak menghadapNya.

Beda sekali dengan sikap dari para sahabat nabi dahulu. Sahabat Umar ketika berwudlu seluruh tubuhnya bergemetar. Ketika ditanya oleh sahabat lainnya, “Mengapa engkau gemetar wahai sahabat Umar?. Dijawabnya, “Apa engkau tidak tahu, sebentar lagi kita akan menghadap siapa?”. Beda jauh dengan kita bukan?

Soal pakaian. Seperti apa kalau kita hendak pergi ke kondangan? Pasti memakai batik atau baju terbaik yang kita punya. Tidak ketinggalan wewangian yang harum. Sementara ketika sholat kita tampil ala kadarnya. Sarung atau mukena yang sudah berubah dari warna aslinya, bahkan tak jarang masih dengan kaos juga. Mestinya kita melakukan hal yang sama ketika akan pergi ke kondangan atau dibalik, ketika akan sholat lebih baik daripada ke kondangan.

Coba dibandingkan lagi soal waktu dan tempat ketika menghadap raja Salman tadi. Sangat berlapis dan rumit. Kalau kita mau menghadap Allah? Kapan dan di mana saja bisa. Bahkan Allah yang akan datang ke kamar kita, mushola atau di tempat lain lengkap dengan membawa pasukan terbaiknya yakni para malaikat. Dia akan mendengar sepanjang apa doa, keluhan dan aduan kita.

Di sesi ini UYM suka membayangkan Allah datang ke kamar beliau. Ketika hendak tidur seakan Allah datang dan bertanya,”Ndak witir dulu Suf?. Maka lantas UYMpun bergegas ambil wudlu dan sholat witir. Habis witir seakan Allah ada di pojok kamar dan bertanya lagi, “Ndak baca al Mulk dulu Suf? UYMpun lantas melakukannya. Ya Allah..keren

Ketika kita sholat, kita masih suka ngobrol dan berbicara  dengan Allah dengan sangat terburu-buru. Ingin segera mengkhiri dan meninggalkanNya. Mestinya, ketika kita akan sholat wajib hendaknya diawali dengan sholat rowatib atau berdzikir secukupnya dulu, baru sholat. Ketika sholat dengan tenang, setelahnyapun kita tutup dengan berdzikir, doa dan rowatib jika memang ada rowatibnya. Ini sebagai tata krama yang semestinya dijaga, melebihi ketika kita menghadap raja atau presiden sekalipun di dunia ini.

Soal sikap kita ketika waktu sholat telah tiba. Selama ini kita masih suka menundanya, pura-pura tidak mendengar panggilannya atau mengalahkannya dengan urusan yang lainnya. Padahal yang memanggil kita adalah Allah lewat para muadzin.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply