BUKA PUASA DAN TARAWIH BERSAMA USTADZ YUSUF MANSUR (bagian ketiga)

BUKA PUASA DAN TARAWIH BERSAMA USTADZ YUSUF MANSUR (bagian ketiga)

Adzan, Panggilan Dari Rajanya Semua Raja

Saya simak bener uraian UYM soal adzan ini. Belum pernah saya mendengar uraian soal adzan ini sebelumnya. Selama ini kita mendengar adzan sebagai panggilan sholat atau tanda waktu sholat telah tiba. Tidak lebih dari itu.

Ternyata bagus banget. Adzan dimulai dengan kalimat Allahu Akbar. Ini diulangi sampai 4 kali. Seakan Allah pingin mengingatkan dan menyangatkan bahwa yang memanggil ini adalah Allah, raja dari semua raja, pencipta dan penguasa tunggal alam ini. Mestinya ini direspon dengan benar, dengan segera memenuhi panggilan tersebut.

Bagian berikutnya Allah juga mengingatkan kita semua sebagai hambanya bahwa kita punya 2 komitmen. Komitmen pertama yakni kita telah bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Tidak ada yang berhak dimintai pertolongan dan petunjuk selain Dia. Dan komitmen yang kedua adalah bahwa bersaksi bahwa kanjeng nabi Muhammad adalah benar sebagai utusan Allah.

Setelah itu baru seruan untuk menuaikan sholat. Menariknya, setelah seruan sholat Allah menyeru untuk menuju ke kemenangan. Siapa itu orang yang akan memperoleh kemenangan? Dialah yang segera menunaikan seruan sholat.

Di bagian akhir adzan Allah menutup dengan namaNya 2 kali dan penegasan kembali bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah, kecuali Allah saja.

Sebuah rangkaian kalimat yang tidak sederhana ternyata. Kita yang setiap hari semalam 5 kali mendengarnya jarang berfikir dan mentadaburinya. Ternyata begitu agung kalimat-kalimat yang ada di adzan tersebut. “Lagu” yang tidak pernah membosankan selama ribuan tahun. Selalu enak didengar kapan dan di mana saja. Subhanallah

Pada bagian selanjutnya UYM menguraikan soal pentingnya sholat jama’ah. Hendaknya satu hal ini diusahakan bener agar bisa memenuhinya. Beliau menekankan pentingnya “merebut” salah satu posisi penting dalam sholat jama’ah.

Posisi pertama, kalo bisa jadi imam. Kalo tidak bisa atau belum mampu harus jadi muadzin. UYM kecil paling seneng jadi muadzin. Tidak ingin keduluan yang lain. Jika sampai keduluan yang lain, UYM kecil pasti nangis. Ayah beliaupun cari akal agar anaknya tidak nangis dan tetap bisa adzan. Dimintanya dia adzan lagi dan tanpa sepengetahuannya soundnya dimatikan ayahnya hehe

Jika tidak jadi imam dan muadzin, maka harus diusahakan sebisa mungkin jadi makmum tapi di shof pertama karena banyak keutamaan di dalamnya. (Bersambung ke bagian 4)

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply