• BUKA PUASA DAN TARAWIH BERSAMA USTADZ YUSUF MANSUR

BUKA PUASA DAN TARAWIH BERSAMA USTADZ YUSUF MANSUR

Ahad, 3 Juli 2016

Alhamdulillah, diujung Ramadhan kali ini dapat kesempatan berbuka puasa dan tarawih dengan UYM. Saya sudah cukup lama tahu soal acara ini dari baca banner yang ditempel di seputaran bandara Solo dan dekat dengan dengan lokasi acara yakni Hotel Gambir Anom. Saat di Saudi pun UYM juga pernah memposting banner tersebut di IG beliau.

Kami berangkat dari rumah sudah jam 16.00, padahal undangan acara tersebut adalah jam 16.00. Saya kalem saja, tidak terlalu buru-buru dan sambil menyetir dengan banyak membaca sholawat. Saya yakin hari ini bakal bisa bertemu bahkan menjabat tangan UYM. Keyakinan yang sama ketika saya main ke Daqu Tangerang 1 Januari 2016 sekalian ngantar anak saya Wening yang akan kembali ke Daqu Cikarang.

Alhamdulillah belum terlambat amat karena masih ada sesi presentasi launching sebuah rumah sedekah. Karena terlambat saya hanya dapat tempat di luar ruangan sampai saat berbuka puasa tiba. Setelah menyantap makanan berbuka yang sudah disediakan panitia, baru dipersilakan masuk ke ballroom guna sholat maghrib. Segera saya merangsek ke dalam dan rupanya shof pertama yang saya incar sudah terisi semua. Rasanya kurang enak kalo harus labih berdesakan lagi untuk memperebutkan shof pertama tersebut. Ya sudahlah ndak jadi soal dapat shof kedua. Padahal untuk hal seperti ini, kata UYM saya sudah termasuk the looser hehe

Habis sholat maghrib saya isi waktu dengan baca Qur’an untuk menyelesaikan juz 29 yang semalam sebagian sudah saya cicil. Saat asyik baca tersebut saya dengan suara UYM menyapa hadirin yang hadir. Ya Allah, rupanya ada di depan shof pertama, persis di depan saya. Tanpa kesulitan, saya langsung bisa menjabat tangan dan mencium tangan beliau. Alhamdulillah, lagi-lagi karena sholawat kayakinan saya kembali terwujud.

Acara lantas dilanjutkan dengan adzan tanda waktu Isya’ sudah.tiba. Saya lihat rombongan yang menyertai UYM tadi ada pak haji Adib dan pak haji Slamet, ownernya Omah Sinten. Di sini saya lihat ada sedikit kurang koordinasi dari panitia. Setelah adzan selesai rupanya muadzin langsung iqomah, padahal kami sudah berdiri siap-siap untuk qobliyah Isya’ dulu. Selintas saya tengok ke arah UYM beliau rupanya sudah sholat qobliyah, lantas iqomahpun tidak dilanjutkan.

Sesaat kemudian iqomah beneran dilantunkan. Lagi-lagi ada yang missed. Saya lihat pak haji Adib mempersilakan UYM untuk menjadi imam sholat Isya’ namun beliau tidak berkenan. Ada sedikit kepanikan, akhirnya panitia memanggil imam yang tadi memimpin sholat maghrib untuk kembali jadi imam. Tidak langsung bisa hadir, rupanya beliau belum selesai qobliyah Isya’nya. Menunggu sebentar akhirnya sholat Isya’ dimulai. Setelah itu ada waktu sedikit jeda untuk memberi kesempatan yang hadir untuk sholat ba’diyah Isya’.

Seperti biasa, tanpa basa basi dan pembukaan yang bertele-tele UYM memulai paparannya. Beliau bercerita soal pengalaman beliau, yang baru beberapa hari yang lalu mendapatkan undangan umroh langsung dari Raja Saudi yakni Raja Salman bersama beberapa ulama dari Indonesia. Secara berkelakar beliau bukan mewakili ulama tapi ubaru hehe

Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari pengalaman ini. UYM bercanda (dan menurut saya ini bisa kejadian beneran kelak aamiin) bahwa dengan menghadiri undangan Raja Salman kemarin, beliau jadi paham bagaimana cara menservis tamu yang baik saat beliau jadi presiden RI di 2024 kelak. Hehe kereen, lebih tepatnya the kerenest

Mulai dari fasilitas tiket eksekutif di pesawat, hotelnya dan sampai saat-saat penerimaan tamu dari berbagai negara yang Raja Salman undang. Untuk hotel kalo biasanya hotel tertinggi bintangnya 5, hotel yang ditempati ini bisa jadi bintang 5 1/2 hehe

Bersambung…

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply